THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Saturday, May 30, 2009

kearifan cinta

Kemuliaan seseorang tidak terletak pada kedudukan, prestasi pengetahuan, keahlian apalagi harta yang dimilkinya. Itu semua akan berlalu dan sudah pasti akan habis ditelan waktu.


Akhlak perilaku terpujilah letak kemuliaan seseorang. Maka tidak usah heran banyak pemimpin yang dicemooh rakyatnya, pendusta-pendusta agama dan si kaya yang terlaknat karena akhlaknya tidak sebanding dengan dengan kekayaan mereka.


Para Nabi tidak mendapat kedudukan dan tetesan ilmu Allah atas kemauan mereka. Akhlak terpujilah yang menghantarkan mereka pada kemuliaan dunia akherat tersebut.


Akhlak terpuji adalah sebuah proses yang dilalui untuk mendapatkan piala kemuliaan. Katakanlah, jika engkau melihat piala kejuaraan, apakah engkau akan memuji sembarang orang yang memegang piala tersebut ataukah engkau akan memuji orang yang telah berjuang keras untuk mendapatkannya?


.....


Alhamdulillah...

Segala puji hanya bagi Allah, karena hanya Engkau yang berhak dipuji maka tiada patut aku memuji-muji makhluk lain apalagi diriku ini. Ketakutanku bahwa aku akan dicemooh banyak orang, kekhawatiranku bahwa aku akan dijauhi oleh kawanku adalah sebuah kedustaan yang timbul dari dalam diriku. Yang demikian karena aku masih memandang diriku ini tinggi sehingga tak mau dijatuhkan oleh kesulitan.


Jika hanya Allah yang berhak dipuji mengapa aku masih khawatir akan dicela orang?

Jika hanya Allah yang berhak dipuji mengapa aku masih mencari-cari perhatian dan penghargaan dari seseorang?


.....


sungguh bukan kemiskinan, musibah, bencana dan kesulitan-kesulitan hidup yang kutakuti dalam hidup ini.


Tapi keruhnya fikiran, gejolak hati, mati dan membatunya perasaan yang paling kutakuti ya Allah...


Karena itu adalah awal dari musibah besar dalam kehidupan


......


Maha suci Allah yang terbebas dari segala kesalahan, yang tiada membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Sungguh betapa sering aku membebani diriku dengan kesulitan-kesulitan, meragukan kebesaran-Mu, mengacuhkan panggilan-Mu demi memenuhi panggilan makhluk. Sifat-sifat-Mu sungguh tak dapat membekas dalam perasaan kami, maka tak heran sikap-sikap kamipun terhadap sesama penuh dengan kebencian dan mengingkari sifat-sifat-Mu.


Engkau yang menciptakan kami, tapi kami tidak mengenal-Mu dengan baik. Sehingga kami tidak mengenal diri kami sendiri. Betapa sering kami mencelakai diri kami sendiri, menjadi seseorang, meniru-niru seseorang karena kami tidak memiliki identitas jatidiri.

Di Balik Keharuman

Di Balik Keharuman

Oleh Ust. M. Anis Matta, Lc

Nama para pahlawan mukmin sejati senantiasa harum sepanjang sejarah. Tapi hanya sedikit orang yang mengetahui betapa besar pajak yg telah mereka bayar untuk keharuman itu.

Masyarakat manusia pada umumnya selalu mempunyai dua sikap terhadap keharuman itu. Pertama, mereka biasanya akan mengagumi para pahlawan itu, bahkan terkadang sampai pada tingkat pendewaan. Kedua, mereka akan merasa kasihan kepada para pahlawan tersebut karena mereka tidak sempat menikmati hidup secara wajar. Yang kedua ini biasanya datang dari keluarga dekat sang pahlawan.

Apa yang dirasakan orang luar berbeda dengan apa yang dirasakan oleh sang pahlawan itu sendiri. Kekaguman, mungkin merupakan sesuatu yang indah bagi banyak orang. Tapi yang membayar harga keharuman yang dikagumi itu adalah para pahlawan. Dan harga itu tidah diketahui orang banyak. Maka seorang penyair arab terbesar, Al-Mutanabbi mengatakan: “Orang luar mengagumi kedermawanan sang pahlawan, tapi tidak merasakan kemiskinan yang mungkin dicipatakan oleh kedermawanan, orang luar mengagumi keberanian sang pahlawan tetapi mereka tidak merasakan luka yang menghantarnya menuju kematian.

Tapi ada kenyataan lain yang sama sekali terbalik. Keluarga para pahlawan seringkali tidak merasakan gaung kebesaran atau semerbak harum nama sang pahlawan. Karena ia hidup ditengah tengah mereka, setiap hari bahkan setiap saat. Bagi mereka, sang pahlawan adalah juga manusia biasa, yang mempunyai keinginan-keinginan dan kegemaran-kegemaran tertentu seperti mereka. Dan mereka harus menikmatinya. Maka merekalah yang sering menggoda pahlawan untuk tidak melulu “mendaki” langit, tapi juga sekali-kali “turun” kebumi.

Dan kedua sikap tersebut adalah jebakan. Kekaguman dan pendewaan sering menjebak para pahlawan, karena itu akan mempercepat munculnya rasa uas dalam dirinya. Sehingga karya yang sebenarnya belum sampai ke puncak, akhirnya terhenti di pertengahan jalan akibat rasa puas. Itulah sebabnya Imam Ghozali mengatakan, “Siapa yang mengatakan saya sudah berilmu, maka sesungguhnya orang itulah yang paling bodoh.”

Panggilan turun kebumi adalah jebakan lain. Menjadi pahlawan memang akan menyebabkan kita meninggalkan sangat banyak kegemaran dan kenikmatan hidup. Bahkan privasi kita akan sangat terganggu. Tapi itulah pajaknya. Namun banyak orang gagal melanjutkan perjalanan menuju puncak kepahlawanan karena tergoda untuk “kembali” kehabitat manusia biasa. Seperti angin sepoi yang mengirim kantuk kepada orang yang sedang membaca , seperti itulah panggilan turum kebumi penggoda sang pahlawan untuk berhenti mendaki. Itulah sebabnya allah menegur para mujahidin yang mencintai keluarga mereka melebihi cinta mereka terhadap Allah, rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya.

Maka para pahlawan mukmin sejati berdiri tegak di sana; diantara tipuan pendewaan dan godaan kenikmatan bumi. Mereka terus berjalan dengan mantap menuju puncak kepahlawanan : tidak ada kepuasan sampai karya jadi tuntas, dan tidak ada kenikmatan melebihi apa yang mungkin diciptakan oleh kelelahan.

Cinta Tanpa Definisi

Cinta Tanpa Definisi
Oleh Ust. M. Anis Matta, Lc

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir ditengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dasyat.
Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.
Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari disekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan.
Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil dari sebuah kekuatan tak terkira. Ia jelas, sejelas matahari. Mungkin sebab itu Eric Fromm–dalam The Art of Loving- tidak tertarik- atau juga tidak sanggup-mendifinisikannya. Atau cinta sendiri yang tidak perlu definisi bagi dirinya.
Tapi juga terlalu rumit untuk disederhanakan. Tidak ada definisi memang. Dalam agama, atau filsafat atau sastra atau psikologi. Tapi inilah obrolan manusia sepanjang masa. Inilah legenda yang tek pernah selesai. Maka abadilah Rabiah Al-Adawiyah, Rumi, Iqbal, Tagore atau Gibran karena puisi atau prosa cinta mereka. Abadilah legenda Romeo dan Juliet, Laela Majnun, Siti Nurbaya atau Cinderella. Abadilah Taj Mahal karena kisah cinta di balik kemegahannya.
Cinta adalah lukisan abadi dalam kanvas kesadaran manusia. Lukisan. Bukan definisi. Ia disentuh sebagai sebuah situasi manusiawi, dengan detil-detil nuansa yang begitu rumit. Tapi dengan pengaruh yang terlalu dasyat. Cinta merajut semua emosi manusia dalam berbagai peristiwa kehidupannya menjadi sublim: begitu agung tapi juga terlalu rumit. Perang berubah jadi panorama kemanusiaan begitu cinta menyentuh para pelakunya. Revolusi tidak dikenang karena geloranya tapi karena cinta yang melahirkannya. Kekuasaan tampak lembut saat cinta memasuki wilayah-wilayahnya. Bahkan penderitaan akibat kekecewaan kadang terasa manis karena cinta yang melestarikannya: seperti Gibran yang kadang terasa menikmati Sayap-sayap Patah-nya.
Kerumitan terletak pada antagoni-antagoninya. Tapi di situ pula daya tariknya tersembunyi. Kerumitan tersebut tersebar pada detil-detil nuansa emosinya, berpadu atau berbeda. Tapi pesonanya menyebar pada kerja dan pengaruhnya yang teramat dahsyat dalam kehidupan manusia.
Seperti ketika kita menyaksikan gemuruh badai, luapan banjir atau nyala api, seperti itulah cinta bekerja dalam kehidupan kita. Semua sifat dan cara kerja udara, api dan air juga terdapat dalam sifat dan cara kerja cinta. Kuat. Dasyat. Lembut. Tak terlihat. Penuh haru biru. Padat makna. Sarat Gairah. Dan, antagonis.
Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh kita juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari. Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisinya: karena-kemudian-semua keajaiban terjawab di sana.


Pacaran Pada Masa Remaja

Pacaran Pada Masa Remaja

Menurut Islam


Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Masa remaja juga masa yang paling menarik untuk dibicarakan.karena pada masa remaja inilah terjadi banyak ragam problematika dan romantika yang sangat menarik untuk di bahas.Pada masa remaja ini diawali dengan berbagai macam perubahan,yang mana perubahan itu diawali dengan matangnya organ-organ fisik.Pematangan organ-organ fisik ini mempengaruhi seorang anak yang menginjak pada masa remaja mulai tertarik pada lawan jenisnya.Perubahan secara fisik dan psikis itu merupakan ciri-ciri alamiah pada anak yang menginjak pada masa remaja.Salah satu anak yang menginjak masa remaja dapat dilihat dari segi psikis ialah: anak yang menginjak masa remaja mulai tertarik terhadap lawan jenisnya.


Ketertarikan pada masa remaja terhadap lawan jenis inilah yang menjadikan seorang anak berani untuk menjalin cinta kasih terhadap lawan jenisnya yang mana hal tersebut biasa disebut dengan istilah pacaran. Pacaran juga dapat diartikan suatu tingkah laku yang berdasarkan atas hasrat seksualitas.

Sedangkan menurut hukum islam pacaran haram dilakukan,tetapi jika kita kembali pada kenyataan sekarang pacaran sudah mewabah dikalangan remaja karena banyaknya media-media elektronik yang menyajikan hal tersebut.












Pembahasan

  1. Pacaran dalam Islam


Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam islam. Islam hanya mengenal istilah yang disebut ”KHITBAH” atau masa tunangan.Masa tunangan ini adalah masa perkenalan,sehingga kalau misalnya setelah Khitbah putus tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah.Dalam masa tunangan keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang ditempat yang aman,maksudnya ada orang ketiga meskipun tidak terlalu dekat duduknya dengan mereka.

Kenyataannya disekitar kita semakin banyak timbul gejala yang kurang sehat,bahkan banyak yang bertentangan dengan syariat islam. Pacaran sepertinya sudah menjadi suatu aktifitas rutin disekitar kita.Bahkan ada segolongan orang yang menganggap hal ini yang bersifat ”HARUS” dilakukan.Sangatlah menakutkan jika pemikiran-pemikiran seperti ini ada dilingkungan masyarakat.Bukan tidak mungkin suatu saat nanti ada yang mengatakan pacaran tidak bertentangan dengan Islam.Mungkin hal ini berawal dari sebagian masyarakat yang menempatkan America dan Eropa sebagai kiblat dan pemimpin kemajuan. Apapun yang datang dari sana di anggap benar salah satunya adalah percampuran bebas dan pada akhirnya menimbulkan tingkah laku yang disebut pacaran.

Sebaliknya yang datang dari timur dinilai jelek dan batil,walaupun itu bimbingan dan tuntunan agama.

Kita sebagai orang timur menerima mentah-mentah apa yang datang dari barat,dan yang lebih menyedihkan lagi kebanyakan ”pelaku-pelaku”ini terdiri dari kalangan yang mengaku dirinya sebagai ”MUSLIM”.


Saat ini disekitar kita kaum remaja sudah tergiur dengan kenikmatan hidangan dunia sehingga mereka tidak menyadari telah berada dalam keadaan yang membahayakan. Salah satu permasalahan yang sering kita temui dan sudah menjadi ”TREND” bagi golongan remaja adalah ”pacaran” sudah banyak kisah yang terdengar dibalik kalimat indah ini termasuk keributan,keresahan,kerusakan dan kebejatan masyarakat yang timbul sehingga kadang kala ada yang rela nyawanya melayangatau rela Agamanya terjual hanya karena kalimat yang indah ini.Tapi yang jelasdan pasti fenomena pacaran ini banyak kita jumpai dalam masyarakat kita. Tidak di sekolah,kampus,pertokoan,didalam bus,lebih-lebih ditempat hiburan,dengan mudah kita akan temukan sepasang dua sejoli yang belum terikat tali pernikahan asyik berduaan,bergandengan tangan bahkan berpelukan mesra.Kadang kita menjadi risih dibuatnya.Ditegur jadi rebut,tidak ditegur malah merusak akidah.Akibatnya perjalanan kita menjadi tidak nyaman,itulah gambaran dari pacaran.

Salah satu budaya sekaligus gaya hidup kaum muda Indonesia.Mereka mempunyai fikiran bahwa manusia itu diciptakan untuk saling melindungi dan saling menyayangi.Maka sudah menjadi bagian Fitrah manusia kalau memiliki potensi untuk mencintai dan dicintai,mereka menganggap cinta adalah bagian dari emosi yang secara naluriah tidak bisa dihindari.Karena itu cinta menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi,dalam artian cinta harus direfleksikan kepada objek yang diinginkan.Singkatnya kalau ada orang yang lagi mencintai orang lain maka saat itu ia sedang memenuhi kebutuhan biologisnya.

Kadang mereka juga merasa dengan berpacaran mereka mendapat seorang motifator dalam keadaan apapun,berbagai alasanpun mereka utarakan untuk mendapat kebenaran dari tingkah lakunya.

Dilingkungan masyarakat yang sering kita dengar para kaum muda menggunakan pacaran sebagai alasan proses penjajakan pra nikah.Mereka merasa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan tujuan agar keduanya saling mengenal,menyayangi dan saling menolong. Keduanyapun mempunyai tugas yang sama yaitu melestarikan kehidupan meskipun ada perbedaan peran dalam keduanya.Peran inilah yang bisa menjadikan keduanya menjalankan fungsinya sebagai makhluk sosial.Agar manusia bisa saling mengenal,menyayangi,dan menolong,Tuhan memberikan potensi kepada laki-laki dan perempuan rasa cinta yang mereka wujudkan dengan pacaran.

Persoalannya adalah Islam tidak membenarkan istilah ”pacaran” yang dipegang oleh masyarakat kita.mari kita kembali kepada fakta utama yang menimbulkan masalah ini,dari kajian secara dalam dan menyeluruh dapat dibuktikan bahwa pergaulan bebas adalah benih dari segala permasalahan diatas.

Bagaimana pula pergaulan bebas ini bisa terjadi? Sadar atau tidak,kita telah lama meninggalkan akidah Islam yang seharusnya menjadi landasankita dalam menjalani kehidupan ini dan bukan sistemnya yang salah.Mengapa pula terjadi jalinan kasih sayang terhadap insan lawan jenis?kecendrungan menyukai insan yang berlawanan jenisnya dengan kita adalah satu fitrah manusia yang mempunyai GHARIZAH Al-nau’ (naluri untuk mengadakan keturunan). Islam mengakui akan hal itu,oleh karenanya Allah sang pencipta yang berkuasa telah menggariskan beberapa peraturan untuk memenuhi hal ini.

Jalinan hubungan kasih sayang dalam konsep pacaran pada kondisi saat ini terjadi antara manusia yang berlawanan jenis disebabkan oleh standar yang mereka gunakan untuk mengukur setiap perbuatan yang mereka lakukan bukan berdasarkan akidah Islam dan konsep pergaulan yang mereka gunakan bukannya berdasarkan akidah Islam.Oleh sebab itu,bagi mereka pendidikan sexs adalah penyelesaian bagi mereka.Sebagai seorang Muslim kita seharusnya mempunyai suatu standar tingkah laku (miqyasul a’mal) yang jelas dalam melakukan suatu perbuatan yakni berdasarkanhukum syara’ (Al-Qur’an dan sunnah).

Sebagai contoh Rasulullah S.A.W telah bersabda:

”Janganlah sekali-kali berdua-duaan antara seorang lelaki dan seorang perempuan atau bepergian dengannya melainkan disertai muhrimnya” (Al-Hadist)

rasulullah S.A.W juga pernah bersabda:

”Sungguh Aku (Rasulullah) benar-benar mengetahui beberapa umatku,datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar perbukitan (yang nampak putih) lalu Allah menjadikannya berhamburan.

Tsauban bertanya: Ya Rasulullah jelaskan pada kami sifat-sifat mereka,karena kami khawatir termasuk seperti mereka sedang kami tiada menyadarinya

Jawab Rasulullah : mereka adalah saudaramu yang melakukan ibadah di malam hari,tapi apabila mereka bersunyi-sunyi yang diharamkan oleh Allah,mereka mengganggu kehormatannya” (Al-Hadist)



Dari kedua hadist tersebut maka sudah jelas pergaulan bebas antara lawan jenis walaupun termasuk ” adik angkat” tetap haram hukumnya.juga dari hadist-hadist lain kita dapat menyimak bahwa para sahabat pada saat itu kuat ketertarikannya terhadap hukum Islam. Contohnya apabila disampaikan hal seperti hadist diatas tadi para sahabat akan segera bertanya.karena mereka khawatir mereka pernah melakukannya sesuatu yang tidak sesuai dengan Islam tanpa disadari.

Apabila telah dijelaskan mereka segera meninggalkan atau melaksanakan apa yang dituntut oleh Islam.

Selain itu Allah juga mengatakan lewat firmannya yang berbunyi :

”Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan,karena zinah itu adalah perbuatan yang keji……..(17:32)

ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzinah,tapi jangan nmendekatinya.mengapa?


1. Karena biasanya orang yang berberzinah itu tidak langsung.tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang,berkenalan,bercumbu,kemudian berbuat zinah yang terkutuk itu.


2. Kalau ayat tersebut berbunyi Misalnya: Jangan berbuat zinah…..”atau”telah diharamkan zinah…… maka berarti pegang-pegangan tangan boleh,cium-ciuman boleh dan sebagainya yang dilakukan dalam berpacaran.

Maka jelas jadinya bahwa segala tindakan yang akan membawa kepada perbuatan zinah hukumnya haram.


Dari sinilah dapat dilihat bahwa tolak ukur bagi tindakan para sahabat adalah aqidah Islam.tapi masihkah ada wujud keadaan yang demikian saat ini? Adakah kita menjadikan aqidah Islam sebagai tolak ukur bagi setiap tindakan kita atau kita akan melakukan sesuatu berdasarkan manfaat yang akan kita peroleh?


Namun yang nyata pada zaman perkembangan tekhnologi ini,segolongan para remaja Muslim yang seharusnya mengikatkan diri mereka dengan aturan Islam memberikan reaksi yang sebaliknya apabila disampaikan karena mereka akan kehilangan ”manfaat” atau ”keindahan” cinta pada pandangan mereka.

Kenapa ini terjadi?Ini disebabkan oleh kedangkalan pemikiran mereka terhadap Islam dan menyebabkan remaja Muslim keluar dari jalur Islam disadari atau tidak,karena mereka sering beranggapan percintaan itu di bolehkan dalam Islam bahkan dianjurkan.


Telah banyak kita dengar atau baca tentang pengertian pacaran. Maka ada dua kemungkinan pengertian pacaran, yaitu :


  1. perasaan seorang laki-laki ingin mencintai perempuan/ sebaliknya.

  2. Dua insan yang berlawanan jenisnya saling mencintai.


Perlu diingat ,kita seharusnya dapat membedakan kedua pengertian diatas. Pengertian yang pertama yakni perasaan untuk mencintai insan lawan jenis adalah masalah yang mendasar dan mempunyai kaitan erat dengan fitrah atau kodrat manusia seperti yang telah dijelaskan dari awal penulisan ini.

Allah telah menganugrahkan manusia naluri untuk meneruskan keturunan (salah satunya menyukai kaum lawan jenis) atau dikenal dengan istilah Gharizah Al-nau’. Ini merupakan salah satu naluri manusia dari tiga naluri yang ada pada diri manusia yaitu

  1. Gharizah Al-baqa’(naluri untuk meneruskan kehidupan atau mempertahankan)

  2. gharizah Al-tadayyun’(naluri untuk menyembah atau beragama)

  3. gharizah Al-nau’(naluri untuk mengadakan keturunan)

jadi dengan adanya perasaan itu memang sudah fitrah manusia,hal ini wajar dan tidak haram disisi Islam.

Seperti yang dijelaskan oleh Allah lewat firmannya:

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia berupa kecintaan pada apa yang diingini,yakni wanita….”(Ali-Imron:14)

Persoalan yang berhubungan dengan cara bagaimana untuk meneruskan perasaan cinta itu adalah hak Islam (ALLAH) untuk mengaturnya. Sedangkan pengertian yang kedua berkaitan pula dengan pengungkapan dan perasaan cinta itu dengan berdua-duaan ,saling berpandangan kemudian melangkah setapak lagi dengan berpegangan tangan yang paling kronis lagi berani berciuman dan sanggup menyerahkan ”segalanya” demi cinta mereka. Inilah yang haram menurut Islam. Islam sebagai satu system hidup/idiologi yang lengkap telah mengatur pergaulan antara kaum yang berlainan jenis.

Islam memerintahkan seorang laki-laki atau perempuan agar menundukan pandangan mereka (bukan berarti memalingkan /tunduk) tetapi tunduk dalam arti kata menahan pandangan yang disertai syahwat.

Seperti firman Allah:

”Suruhlah orang-orang yang beriman menundukan pandangannya dan memelihara kehormatannya………(An-nur :31)

”Dan suruhlah wanita-wanita mukmin menundukkan pandangannya dan memelihara kehormatannya dan janganlah memamerkan kecantikannya kecuali bagian badan yang boleh kelihatan (muka dan telapak tangan) dan supaya menutup dadanya dengan kerudung………(An-nur :31)


Dua kalimat perintah diatas menjelaskan disamping untuk menahan pandangan antara laki-laki dan perempuan turut diperintahkan untuk menutupi aurat baik laki-laki dan perempuan.


Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya Islam itu suatu ideology yang lengkap.Dalam Islam ikatan antara laki-laki dan perempuan hanya ada dua yaitu pinang atau tunang (khitbah) dan nikah.Jadi untuk memahami pribadi seseorang yang kita sukai itu boleh ditanyakan kepadanya (wanita)dengan niat yang benar-benar kuat untuk menikahinya. Akan tetapi wanita harus tetap disertai muhrimnya. Jadi seandainya alasan karena tidak saling kenal mengenal pribadi yng disebabkan tidak adanya proses pacaran akan menimbulkan salah faham atau sebagainya maka alasan tersebut adalah alasan yang dibuat-buat.


Meminang adalah cara Islam untuk suatu pernikahan.Menikah tidak dilakukan begitu saja tanpa fakir panjang,ada cara untuk mewujudkannya dan menyempurnakan dengan meminang.Islam memperbolehkan orang yang meminang melihat yang dipinang dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Islam. Tetapi meminang itu sendiri bukanlah berarti sudah sepenuhnya resmi sebagai suami-istri atau sebagai alasan untuk melakukan hal-hal yang boleh dilakukan seperti pasangan suami-istri atau bebas dibawa kesana-kesini tanpa mengenal batas.



  1. Dampak Negatif dari Pacaran.


Sebagaimana kita yakini sebagai seorang seorang Muslim bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Selalu mempunyai dampak yang negatif dimasyarakat.Begitu pula dengan pacaran yang dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti perkawinan dini, hamil diluar nikah adanya praktek aborsi dan yang paling banyak sekarang yang dialami oleh remaja-remaja masa kini adalah free sexs.Akibat-akibat itu pasti dapat merugikan remaja itu sendiri dan juga keluarganya.


Selama ini mungkin kaum muda menutup mata dan bersikap acuh meskipun sudah banyak fakta buruk akibat percampuran bebas yang tergambar jelas dihadapan mereka. Sudah begitu banyak dihadapan mereka,sudah begitu banyak remaja putus sekolah hanya karena hamil diluar nikah, juga meningkatkan jumlah kematian karena adanya praktek aborsi terlarang dan yang lebih menyedihkan lagi free sexs dikalangan remaja semakin lama semakin meningkat.


Semua hal-hal tesebut pastilah tidak akan terjadi kalau kita mau berusaha untuk merubah sikap serta pandangan kita. Terutama para kaum remaja yang dalam hal ini menjadi pemeran utama. Kalau kita mau kembali kepada ajaran agama Islam pasti kita selamat dari hal-hal negatif yang tidak kita inginkan.


  1. Pencegahan.


Dalam hukum Islam umumnya,manakala sesuatu itu diharamkan maka segala sesuatu yang berhubungan dengan yang diharamkan itu,diharamkan juga. Seperti minum arak, yang bukan hanya yang minumnya saja yang diharamkan tapi juga yang memproduksinya, yang menjualnya, yang membelinya, yang duduk bersama orang minum arak tersebut.


Demikian juga dengan masalah zina. Oleh karena itu maka syariat Islam memberikan tuntunan pencegahan dari perbuatan zina, karena Allah tahu tentang kelemahan manusia, yaitu :


  1. Dilarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya untuk berdua-duaan. Nabi S.A.W bersabda :


”Apa bila laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya berdua-duaan maka yang ketiga adalah Syetan.


Syetan juga pernah mengatakan kepada Nabi Musa a.s bahwa apabila laki-laki dan perempuan berdua-duaan maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda mereka……….


  1. Harus menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfirman :


”katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka…..Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (24 :30-31).


3. Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadist dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya. Setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan bezinah dengannya. Dihari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga apalagi masuk kedalamnya (masuk surga).


4. Dengan ancaman bagi yang berpacaran / berbuat zina.

Misalnya Nabi bersabda:


”Lebih baik memegang besi yang panas dari pada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau dia tahu akan berat siksanya)


Dalam hadist yang lain :


Barang siapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Allah akan melepaskan iman dari hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (Artinya kalau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina tidak sempat bertobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal dineraka)


  1. Jalan keluar


Masalah yang timbul sekarang adalah bagaimana dengan anak-anak, teman, atau saudara kita yang saat ini pacaran. Haruskah kita cambuk sesuai hukum Islam? Tentu saja tidak semudah itu, Karen hukum pidana Islam belum diformalkan dinegara kita. Jalan keluar dari masalah ini adalah :

  1. Kawin atau menikah supaya bisa menjaga mata dan kehormatan kalau mereka masih sekolah atau kuliah bisa nikah dengan cara nikah gantung sebagaimana terjadi dalam hukum adat masyarakat Jawa. Yaitu menikahkan secara resmi tapi belum boleh berkumpul dalam satu rumah dan melakukan hubungan suami-istri. Hal ini juga pernah dicontohkan Rasulullah ketika menikahi Aisyah, karena saat itu Aisyah belum menginjak baligh. Rasulullah baru berkumpul dalam satu rumah setelah Aisyah dewasa /baligh. Model nikah semacam inilah yang seharusnya kita populerkan. Sehingga pacaran menjadi resmi,karena dilakukan setelah izab Kabul.

  2. Kalau belum siap perbanyak puasa dan olah raga.

  3. jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat

  4. Dekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Berzikir, membaca sholawat, sholat berjamaah di mesjid hadir di pengajian-pengajian dan berkawan dengan kawan yang sholeh yang selalu mengingatkan kita kepada jalan yang lurus.


Lalu bagaimana dengan yang belum pacaran dan belum menikah. Jalan keluarnya yaitu dengan cara mencari istri lewat orang tua / ustad /teman.

Apabila sudah cocok setelah melakukan penyelidikan terhadap sang calon segera saja dilamar dan dinikahi. Hal ini pernah di contohkan oleh orang tua kita.

Meskipun mereka tidak berpacaran tapi perkawinannya kekal hingga akhir hayat. Ini sangat berbeda dengan anak muda sekarang meskipun berpacaran cukup lama tapi tingkat perceraiannya cukup tinggi.


Kesimpulan.


Dari pembahasan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa pacaran pada masa remaja merupakan suatu tingkah laku yang berdasarkan atas dasar sexsualitas. Memang kalau dilihat dari psikologi perkembangan remaja, pacaran pada masa remaja merupakan suatu hal yang biasa. Karena ciri dari anak yang menginjak pada masa remaja adalah adanya rasa tertarik pada lawan jenis dan adanya perubahan tingkah laku. Namun hal ini tidak ada dalam ajaran Islam karena Islam tidak mengenal istilah pacaran tetapi khitbah atau masa tunangan , dimana dalam masa itu keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang ditempat yang aman. Maksudnya ada orang ketiga meskipun tidak terlalu dekat duduknya dengan mereka.

Kita juga tidak memungkiri adanya akibat dari pacaran itu sendiri yang mana akibat itu dapat merugikan diri sendiri dan keluarga baik secara fisik dan mental. Akibat itu seperti menikah pada usia dini, hamil diluar nikah, terjadinya aborsi, meningkatnya free sexs atau pergaulan bebas dikalangan remaja.

Jadi marilah kita bersama-sama merubah keadaan ini. Merubah kesalahan-kesalahan yang selama ini kita lakukan, bukankah semua orang pernah berbuat salah. Namun yang membedakan ialah mereka yang sanggup mengakui kesalahan mereka dan kembali kejal;an yang benar.









Valentine’s Day

eramuslim - Setiap tanggal 14 Pebruari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine). Hiruk pikuk itu kini tidak lagi menjadi milik bangsa ataupun pemeluk agama tertentu namun telah menjadi gawe semua lapisan remaja dimanapun dan dengan agama apapun. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim Indonesia. Valentine’s Day menjadi milik bersama dan setiap orang seakan wajib untuk merayakannya.

Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine’s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?

Backgound Historis Valentine’s Day
Ada berbagai versi tentang asal muasal Valentin’s Day
ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa ia berasal dari seorang yang bernama Saint (Santo) Valentine seorang suci kalangan Kristen yang menjadi martir karena menolak untuk meninggalkan agama Kristiani. Dia meninggal pada tanggal 14 Pebruari 269 M., di hari yang sama saat dia menyerahkan ucapan cinta. Dalam legenda yang lain disebutkan bahwa Saint Valentine meninggalkan satu catatan selamat tinggal pada seorang gadis anak sipir penjara yang menjadi temannya. Dalam catatan itu dia menuliskan tanda tangan yang berbunyi “From Your Valentine” ada pula yang menyebutkan bahwa bunyi pesan akhir itu adalah & #8220; Love From Your Valentine”.

Cerita lain menyebutkan bahwa Valentine mengabdikan dirinya sebagai pendeta pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Claudius kemudian memenjarakannya karena dia menentang Kaisar. Penentangan ini bermula pada saat Kaisar berambisi
untuk membentuk tentara dalam jumlah yang besar. Dia berharap kaum lelaki untuk secara suka rela bergabung menjadi tentara. Namun banyak yang tidak mau untuk terjun ke medan perang. Mereka tidak mau meninggalkan sanak familinya. Peristiwa ini membuat kaisar naik pitam. Lalu apa yang terjadi? Dia kemudian menggagas ide “gila”. Dia berpikiran bahwa jika laki-laki tidak kawin, maka mereka dengan tidak segan-segan akan bergabung menjadi tentara. Makanya, dia memutuskan untuk tidak mengijinkan laki-laki kawin.

Kalangan remaja menganggap bahwa ini adalah hukum biadab.
Valentine juga tidak mendukung ide gila ini. Sebagai seorang pendeta dia bertugas menikahkan lelaki dan perempuan. Bahkan setelah pemberlakuan hukum oleh kaisar, dia tetap melakukan tugasnya ini dengan cara rahasia dan ini sungguh sangat mengasyikkan. Bayangkan, dalam sebuah kamar hanya ada sinar lilin dan ada pengantin putra dan putri serta Valentine sendiri.Peristiwa perkawinan diam-diam inilah yang menyeret dirinya ke dalam penjara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Walaupun demikian dia selalu bersikap ceria sehingga membuat beberapa orang datang menemuinya di dalam penjara. Mereka menaburkan bunga dan catatan-catatan kecil di jendela penjara. Mereka ingin dia tahu bahwa mereka juga percaya tentang cinta dirinya. Salah satu pengunjung tersebut adalah seorang gadis anak sipir penjara. Dia mengobrol dengannya berjam-jam. Di saat menjelang kematiannya dia menuliskan catatan kecil “Love from your Valentine."

Dan pada tahun 496 Paus Gelasius menseting 14 Pebruari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine. Akhirnya secara gradual 14 Pebruari menjadi tanggal saling tukar menukar pesan kasih dan Saint Valentine menjadi patron dari para penabur kasih. Tanggal ini ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga dan gula-gula. Bahkan sering pula ditandai dengan adanya kumpul-kumpul atau pesta dansa.

Dari paparan di atas kita tahu bahwa kisah cinta Valentine ini merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam. Namun kenapa remaja-remaja muslim ikut larut dan merayakannya?

Ada beberapa jawaban yang bisa kita berikan terhadap pertanyaan tersebut :

Pertama, remaja muslim kita tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah.

Kedua, adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama
sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup di –untuk meminjam McLuhan—global village.

Ketiga, keroposnya benteng pertahanan relijius remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang seharusnya mereka “lawan” dengan keras.

Keempat, adanya perasaan loss of identity kalangan remaja muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.

Kelima, hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.

Keenam, adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.

Mungkin masih ada deretan jawaban lain yang bisa diberikan terhadapa pertanyaan di atas.

Islam, Cinta dan Valentine’s Day
Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah kurang cerdas jika kaum muslim—dan secara khusus kalangan remajanya—ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosioal dan religius dengan mereka. Keikut sertaan remaja muslim dalam “huru-hura” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya.

Mungkin ada sebagian remaja yang akan bertanya: Kenapa memperingati sebuah tragedi cinta itu tidak boleh dilakukan? Apakah Islam melarang cinta kasih? Bukankah Islam menganjurkan pemeluknya kasih pada sesama?

Tak ada yang menyangkal bahwa Islam tidak melarang cinta kasih. Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral. Islam sama sekali tidak phobi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun demikian Islam tidak menjadikan cinta sebagai komoditas yang rendah dan murahan. Cinta yang merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihanya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang dalam Islam dibagi menjadi tiga tingkatan yang kita tangkap dari ayat Al-Quran: Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kerabat-kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerusakannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi lebih kau cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Taubah: 24)

Dalam ayat ini menjadi jelas kepada kita semua bahwa cinta tingkat pertama adalah cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya yang kemudian disebut dengan cinta hakiki, kemudian cinta tingkat kedua adalah cinta kepada orang tua, isteri, kerabat, dan seterusnya. Sedangkan cinta tingkat ketiga adalah cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak isteri melebih cinta pada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.

Cinta hakiki akan melahirkan pelita. Cinta hakiki yang dilahirkan iman akan senantiasa memberikan kenikmatan-kenikmatan nurani. Cinta hakiki akan melahirkan jiwa rela berkorban dan mampu menundukkan hawa nafsu dan syahwat birahi. Cinta akan menjadi berbinar tatkala orang yang memilikinya mampu menaklukkan segala gejolak dunia. Cinta Ilahi akan menuntun manusia untuk hidup berarti dan setelah itu mati—untuk meminjam kata Khairil Anwar.

Islam memandang cinta kasih itu sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai saudaranya laksana dia mencinta dirinya sendiri (HR. Muslim), perumpamaan kasih sayang dan kelembutan seorang mukmin adalah laksana kesatuan tubuh; jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka akan merasakan pula tubuh yang lainnya : tidak bisa tidur dan demam (Bukhari Muslim). Seorang mukmin memiliki ikatan keimanan sehingga mereka menjadi laksana saudara (Al-Hujarat: 13), dan cinta yang meluap sering kali menjadikan seorang mukmin lebih
mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (Al-Hasyr:9).

Di mata Islam mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut “selibasi” yang mengibiri fitrah manusia seperti yang terjadi dalam ajaran Kristen dan Hindu, serta Budha yang menganut sistem sosial yang dikenal dengan kependetaan. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.

Valentine Day yang merupakan ungkapan kasih selain “hamil” nilai-nilai relijus yang bukan bagian dari agama kita juga saat ini dirayakan dengan menonjolkan aksi-aksi permisif. Dengan lampu remang, dan lilin-lilin temaram. Peniruan pada perilaku agama lain dan sekaligus melegalkan pergaulan bebas inilah yang tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.

Islam dan Perlawanan Budaya
Sebagai agama pamungkas Islam dengan tegas memposisikan diri sebagai agama yang diridhai Allah dan siapa saja yang ingin mencari agama selain Islam maka agamanya tidak akan diterima (Lihat: Ali Imran ayat 19 dan 185). Dan sebagai agama terakhir Islam telah melakukan beberapa pembenaran dari berbagai penyelewengan yang terjadi dalam agama Kristen dan agama Yahudi. Islam mengharuskan pemeluknya untuk membentengi diri dari semua budaya yang datang dari kalangan Yahudi dan Kristen. Kaum muslimin harus memiliki budaya dan identitasnya sendiri yang bersumber pada norma dan ajaran agamanya.

Setelah kita mengetahui bahwa Valentine’s Day sama
sekali tidak memiliki kaitan sejarah dengan Islam, maka menjadi tugas semua remaja Islam untuk menghindari dan tidak ikut serta dalam sebuah budaya yang tidak bersumber dari ajarannya. Valentine’s Day bukanlah simbol dan identitas remaja muslim karena ia merupakan hari raya kalangan remaja Kristen. Dan kita persilahkan saudara-saudara kita dari remaja kalangan Kristen untuk merayakannya sesuai dengan keyakinan mereka.

Ada satu hadits yang sangat terkenal yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda: Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka (Abu Daud). Hadits ini mengisyaratkan bahwa meniru-niru budaya-reliji orang lain yang tidak sesuai dengan tradisi Islam memiliki resiko yang demikian tinggi sehingga orang tersebut akan dianggap sebagai bagian dari orang yang ditiru.

Sebagaimana juga firman Allah, Barang siapa diantara kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonga mereka (Al-Maidah: 51). Sabda Rasulullah, "Kau akan bersama-sama dengan orang yang siapa yang kau cintai" (Bukhari Muslim).

Banyak contoh yang bisa kita kemukakan dari kontra-kultural yang dilakukan Rasulullah untuk mengokohkan identitas umatnya. Saat Rasulullah datang ke Madinah dia melihat penduduk Madinah bersuka ria dalam dua hari. Kemudian Rasulullah bertanya: Hari apa dua hari itu? Pada sahabat menjawab: Dua hari tadi adalah hari dimana kami bermain-main dan bersuka cita di masa jahiliyah! Maka bersabdalah Rasulullah: Sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian: Iedul Adha dan Iedul Fithri. (HR. Abu Daud) Rasulullah misalnya melarang umatnya makan dengan tangan kiri karena cara itu adalah cara makan syetan. (HR. Muslim)

Larangan Rasulullah untuk kembali memperingati 2 hari dimana orang-orang Madinah biasa bermain di zaman jahiliyah merupakan perlawanan budaya terhadap budaya jahilyah dan digantikan dengan budaya-reliji baru. Sedangkan pelarangannya agar tidak makan dengan tangan kiri juga merupakan perang etika Islam dengan etika syetan.

Allah tidak menghendaki kaum muslimin menjadi “buntut” budaya lain yang berbenturan nilai-nilainya dengan Islam. Peringatan Allah pada ayat di atas membersitkan pencerahan pada kita semua bahwa Islam dengan ajarannya yang universal harus dijajakan dengan rajin
pada dunia mengenal Islam dengan cara yang benar dan agar Islam menjadi “imam” peradaban dunia kembali. Sebab kehancuran peradaban Islam telah menimbulkan kerugian demikian besar pada tatanan normal manusia yang terkikis secara moral dan ambruk secara etika.

Kemunduran peradaban Islam telah menjebak dunia pada arus kegelapan akhlak dan moralitas. Kehancuran peradaban Islam ini oleh Hasan Ali An-Nadawi dianggap sebagai malapetaka terbesar dalam perjalanan peradaban manusia. Dia berkata, “Kalaulah dunia ini mengetahui akan hakikat malapetaka ini, berapa besar kerugian dunia dan kehilangannya dengan kejadian ini, pastilah dunia hingga saat ini akan menjadikan kemunduran kaum muslimin sebagai hari berkabung yang penuh sesal, tangis dan ratapan. Setiap bangsa di dunia ini akan mengirimkan tanda berduka cita...

Apa yang menimpa remaja muslim saat ini tak lebih dari dampak keruntuhan peradaban Islam yang sejak lama berlangsung. Remaja muslim masa kini yang “buta” terhadap peradabannya sendiri diakibatkan munculnya serangan budaya yang gencar menusuk jantung pertahanan budaya kaum muslimin. Kemampuan mereka untuk bertahan dengan ideal-ideal Islam yang rapuh menjadikan mereka terseret arus besar peradaban dunia yang serba permisif, hedonis dan materialistik. Lumpuhnya pertahanan mereka terhadap gencarnya serangan budaya lain yang terus menggelombung menjadikan mereka harus takluk dan menjadi “budak” budaya lain.

Maka sudah saatnya bagi remaja muslim untuk memacu diri melakukan gerilya besar dengan mengusung nilai-nilai Islam sehingga dia mampu mengendalikan diri untuk tidak terpancing apalagi larut dengan budaya-reliji lain. Generasi muda muslim hendaknya mampu membangun benteng-benteng diri yang sulit ditembus oleh gempuran-gempuran perang pemikiran yang
setiap kali akan mengoyak-ngoyak benteng pertahanan imannya.

Perlawanan budaya ini akan bisa dilakukan jika remaja muslim mampu mendekatkan dirinya dengan poros ajaran Islam dan mampu melakukan internalisasi diktum-diktum itu ke dalam kalbu, dan sekaligus terejawantahkan ke dalam aksi. Remaja muslim yang mampu menjadikan keimanannya “hidup” akan mampu bergumul dan bahkan memenangkan pertarungan yang sangat berat di hadapannya. Remaja muslim yang dengan setia menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai panduan hidupnya akan mampu menjadi seorang muslim tahan banting dan imun terhadap virus budaya global yang mengancam identitasnya. Seorang remaja muslim yang menjadi the living Quran akan mampu melakukan kontra aksi terhadap semua tantangan yang dihadapinya. Dia akan mampu menangkis serangan informasi satu arah yang kini datang dari Barat.

Apa yang mesti dilakukan oleh kalangan muda Islam di zaman serba kompleks ini?

Dalam pandangan saya tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan kecuali kita semua kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita ke akar norma agama kita sendiri, lalu kita gali sedalam-dalamnya, kita renungkan semaksimal mungkin, kita aplikasikan dalam hidup ini. Dan kita pasarkan ajaran-ajaran Islam itu dengan sepenuh raga dan jiwa. Hanya dengan spirit berjuang yang tinggi dan komitmen yang kuat remaja muslim akan lahir kembali dalam sosok yang cemerlang dengan Islam sebagai panji.

Ilmu Yang Mencahayai


ManajemenQolbu.Com : Alhamdulillaahirabbil'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'ala aalihi washahbihii ajmai'iin. Saudaraku yang baik, apa yang harus kita lakukan agar ilmu bermanfaat ? Bagaimanakah agar ilmu dapat mencahayai ? Dalam kitabnya Al-Hikam, Ibnu Atho'illah menuliskan " Ilmu yang berguna ( bermanfaat ) itu ialah ilmu yang dapat menjadikan orang mengenal Allah beserta sifat dan asma-Nya." Sebagaimana keterangan yang terdapat dalam Al-Quran " Sesungguhnya yang takut diantara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama " ( orang-orang alim Q.S Fathir 41 : 28 ).

Sahabat ketahuilah untuk benar-benar merasa takut kepada Allah, untuk mencapai derajat ma'rifat seseorang tidak harus selamanya berilmu banyak. Karena setiap orang berbeda-beda. Maka tidak usah merasa rendah dari dengan ilmu yang sedikit.

Kalau kita bertanya, apakah mungkin kita yang berilmu sangat sedikit ini akan mencapai derajat ma'rifat ? Jawabannya mengapa tidak. Karena sesungguhnya setiap orang hanya dikaruniai ilmu yang tidak terhingga hanya milik Allah semata.

Orang yang tulus ikhlas dengan ilmunya walau hanya bekerja sebagai guru TK misalnya, ia tidak akan takut disebut bodoh karena ia sadar dan yakin bahwa ilmunya yang sedikit itupun semata-mata karunia dari Allah dan merupakan amanah untuk disampaikan kepada orang lain. Maka ia akan menjadikan ilmu yang sedikit itu sebagai bekal untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Karenanya sangat bergantung orang yang dikaruniai ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain dengan tulus ikhlas. Karena justru dengan ketulusan dan keikhlasannya lah suatu ilmu dapat mencahayai baik kepada dirinya maupun kepada orang lain yang diajarinya.

Sahabat, ingatlah ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah. Maka marilah kita menjadikan diri ini berkeinginan untuk dapat menyampaikan ilmu, walaupun sedikit. Dan cara menyampaikannya dengan cara yang terbaik disertai keinginan kuat agar orang lain bisa selamat. Wallahu a'lam (aep/fyzqn/and) © 2003 www.manajemenqolbu.com***

Friday, May 29, 2009

teknologi Infrared, WIFI, Bluetooth

Saat ini ada banyak sekali produk / device yang menawarkan kemudahan dalam intekoneksi
data, apa sih kelebihan dan teknologi yang ditawarkan oleh vendor device tersebut ?
Konvergensi digital antara dunia computer dengan telekomunikasi saat ini sudah tidak dapat
dielakkan lagi, kebutuhan akan pertukaran data dan informasi antara satu perangkat dengan
perangkat lain tanpa mengenal jenis perangkat merupakan kebutuhan yang saat ini sedang
diminati. Saat ini tidak semua perangkat menyediakan perangkat removable storage seperti
Compact Flash, Secure Digital, atau MMC. Perangkat ini yang biasa dilakukan untuk
memindahkan data antar perangkat misalnya pc ke hp, pc ke PDA, dll

Teknologi selami ini selalu menggunakan media kabel sebagai jembatan untuk menghubungkan
device-device tersebut, namun kita tahu dengan kabel berarti mengurangi sifat mobiles dan
flesibelitas, dan tidak efisien. Makanya saat ini pada vendor menyediakan device-device dari
PDA sampai HP dengan menyediakan interkoneksi wireless, seperti InfraRed, IRDA, Bluetooth,
dll dengan memindahkan data tanpa harus mengggunakan media kabel.


Teknologi

Ok, teknologi Infrared, WIFI, Bluetooth adalah suatu teknologi yang memungkinkan kita untuk
melakukan interkoneksi data tanpa menggunakan media kabel. Antara satu teknologi dengan
teknologi ini mempunyai standar masing-masing.

Infrared

Teknologi infrared adalah teknologi pertama dan paling memasyarakat, sudah sangat umum
yang terdapat dipengendali yang beredardi pasaran, misalnya remote tv. Prinsip kerjanya
sangat sederhana, processor kecil pada remote akan menterjemahkan penekanan tombol
menjadi intruksi bahasa mesin (bilangan biner) yang dikirimkan melalui infrared ke TV. Dan
data diubah kembali menjadi instruksi yg dikenal TV.
Konsorsium yang mengatur dan megurusi infrared adalah IrDA) Infrared Data Associate,
memiliki panjang gelombang sekitar 875 nm.
Sinar yang dihasilkan dan dipancarkan didapatkan dari sebuah lampu LED biasa yang dapat
diproduksi dengan sangat murah.

Ada dua versi yaitu versi 1.0 memiliki kecepatan dari 0,576 hingga 115,2 kbps, sementara versi
2.0 memiliki kecepatan 0,576 hingga 1,152 Mbps

Kekurangan Infrared :
· Setiap devices harus terarah dan “bertatap muka” langsung karena infrared menggunakan
sinyal terarah dan biasnya hanya 30 derajat.
· Teknologi yang cukup tua, kecepatan yang sangat terbatas
· Jarak yang sangat terbatas dan tidak flesibel, mobiles
Talk Show Computer Easy


Bluetooth

Teknologi ini dipelopori oleh Ericsson yang saat ini mulai menggusur dominasi infrared untuk
perangkat bergerak(HP, PDA), teknologi ini sudah dikembangkan oleh sebua konsursium yaitu
bluetooth special Interest Group (SIG). Cakupan Bluetooth bisa mencapai 10 meter dan tidak
terhalang flesibelitas media, berbeda dengan media lainya seperti infrared atau Wi-Fi,
Bluetooth memungkinkan koneksi antar piranti elektronik apa aja dan bukan hanya computer.
Bluetooth dapat dibuat membentuk PAN atar perangkat seperti computer, HP, PDA Kamera,
bar-code reader, perangkat audio video bahkan sampai perangkat dapur.

Bluetooth bekerja dengan menggunakan signal radio pada frekuensi 2,4 Ghz yang sama dengan
WiFI untuk menghindari interpretensi maka Bluetooth bekerja dengan cara spread spectrum
frequency hopping (SSFH). Pada saat perangkat Bluetooth akan terkoneksi maka perangkat
harus melakukan hopping sequence agar dapat saling mengenali.

Secara teoritis kecepatannya 1 Mbps, namun kecepatan efektifnya hanya 721 Kbps, ini untuk
standar Bluetooth 1.1, sedangkan untuk standar 1.0 mempunyai kecepatan hanya 420 Kbps
Pemakaian Bluetooth sampai saat ini sudah sangat luas, diantaranya

Wireless headset
Dahulu teknologi ini digunakan untuk HP, dimana penggunaan headset dengan
menggunakan Bluetooth dapat mengakses tanpa batas, teknologi ini memungkinkan
pengguna dapat menggunakan fasilitas HPnya walaupun HPnya berada di dalam tas atau
koper.

Internet Bridge
Teknologi ini juga memungkinkan HP untuk memanfaatkan kemampuan Dial-Up
Networking yang ada pada PC, memungkinkan kita didalam jaringan PAN untuk
terkoneksi ke internet tanpa menggunakan media kabel jaringan. Fungsinya hamper
sama dengan fasilitas Infrared untuk sebagai media penghubung ke Internet, namun
bedanya perangkat tersebut dapat digunakan tanpa harus berhadapan.

File Exchange
Memungkinkan membentuk sebuah NT tanpa harus dipusingkan dengan setting
domainya terlebih dahulu, misalnya : pada sebuah seminar si pembicara akan
membagikan file presentasinya dan pembicara cukup mengaktifkan fasilitas
Bluetoothnya pada komputernya dan para peserta dapat melakukan file transfer seizin
pemilik dengan otentikasi

Sinkronisasi
Bluetooth memungkinkan sinkronisasi antar piranti dari PC, PDA, HP, sampai dengan
peralatan dapur

Kelemahan
Terletak pada caranya mengurus data, secara teoritis dapat mengkoneksikan 7
perangkat secara langsung, tetapi manejemen datanya hanya memungkinkan hanya
dua perangkat sementara yang lain menunggu.

Wi-Fi

Wireless Fidelity, teknologi ini pada awalnya untuk menghilangkan keruwetan kabel dalam
membangun sebuah jaringan computer, Wi-Fi bekerja pada frekuensi sama dengan Bluetooth
yaitu pada 2,4 Ghz, namun bedanya Bluetooth menggunakan spread spectrum frequency
hopping (SSFH), sedangkan Wi-Fi menggunakan direct sequence spread spectrum (DSSS), Talk Show Computer Easy


Intinya spread pada Wi-Fi akan lebih stabil dan tentunya lebih cepat dibandingkan dengan
Bluetooth . Wi-Fi memiliki kelemahan yang sangat mengangu seperti masalah keamanan yang
dapat di bajak ditengan jalan, dan rentan terhadap konflik dengan perangkat lain dalam waktu
yang bersamaan. Wi-Fi, dikenal dengan standar IEEE 802.11b, mulai luas dioperasikan dan
beberapa operator di Amerika Serikat mengope-rasikannya secara hot spot di berbagai lokasi
seperti Bandar udara, kampus, hotel, coffee shop dll. Wi-Fi sendiri masih mengandung
beberapa kelemahan .


Pairing

Infrared, Bluetooth, Wi-Fi, Infrared semuanya harus melakukan pengenalan dengan device
yang akan bertukar data, istilah ini disebut dengan pairing. Device infrared pastilah sangat
terbatas pada koneksi point-to-point dan memiliki proses pairing yang termudah , ketika terjadi
kontak sinar infrared, maka protocol infrared akan memberikan nama yang unik sementara
pada kedua alat tersebut. Bluetooth dan Wi-Fi memiki sedikit perbedaan dibandingkan dengan
koneksi infrared, Bluetooth dan Wi-Fi dapat berfungsi didalam jaringan dimana terdapat
banyak device, dan diberi nama yang unik agar tidak bentrok. Agar dapat masuk dan terkoneksi
dengan suatu jaringan maka device dengan Bluetooth dan Wi-Fi harus dilakukan konfigurasi
yang harus diatur secara benar agar terjadi pairing dengan kedua interkoneksi ini.


Perangkat

Contohnya HP saat ini udah pasti dilengkapi dengan Infrared, namun untuk Bluetooth hanya
pada jenis-jenis tertentu. Jika kita ingin mengkoneksikan antara perangkat bergerak (HP dan
PDA) dengan pc kita untuk mensinkronisasi jadwal misalnya, kita dapat membeli Bluetooth USB
Dongle dengan port USB. Sedangkan pada Wi-Fi, kita memerlukan device yaitu access point
sebagai tempat memancarkan gelombang ke clientnya. Pada access point hubungkan dengan PC
yang terkoneksi ke server atau ke Internet. Maka pada sisi client misalnya PDA, Notebook, PC
yang telah dilengkapi dengan kartu PCI Wireless dapat diatur alamat IP dan domainnya agar
dapat terkoneksi.


Masa Depan

Banyak pakar yang memperkirakan bahwa intekoneksi dimasa depan akan dipegang oleh
Bluetooth dan Wi-Fi, Wi-Fi memang dirancang untuk bekerja dan masuk kedalam jaringan
melalui sebuah access point, sementara Bluetooth tidak memerlukan access point untuk
melakukan transfer data.
Serangan Bluetooth mungkin akan menang pada device mobile karena masalah efisiensi
penggunaan baterai dibandingkan dengan Wi-Fi, namun untuk koneksi yang terkenal handal,
cepat dan dapat menghubungkan dengan jarak tertentu adalah senjata utama Wi-Fi untuk
memenangkan persaingan ini. Namun infrared pelan tapi pasti dan kesederhanaanya telah
menjadi standar internasional sampai dengan saat ini