Istilah ”Broadband” berkaitan dengan teknik transmisi yang membawa beberapa
kanal data melalui jaringan kabel biasa. Layanan DSL misalnya, menggabungkan kanal suara
dan data yang terpisah pada jalur telepon, suara mengisi tempat pada spektrum frekuensi yang
rendah sedangkan data mengisi pada spektrum frekuensi yang tinggi.
Tetapi akses broadband tidak hanya dilewatkan pada saluran telepon saja, tetapi bisa
menggunakan kabel Fiber, jalur satelit dan lainnya. Akses broadband memungkinkan
pelanggannya mendapatkan akses multimedia dengan kecepatan transfer data yang tinggi,
tergantung pada jenis jaringan akses yang digunakan.
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknik transmisi dengan paket-paket yang
menggunakan teknologi switching dan multiplexing berorientasi sel. Dengan teknologi ini,
kita dapat memanfaatkan berbagai kelas layanan, interkoneksi LAN (Local Area Network)
berkecepatan tinggi, suara, video dan aplikasi multimedia lainnya. ATM memiliki manajemen
bandwidth yang efisien dan operasi yang mudah.
Dua jenis ATM yang umum digunakan adalah ATM-PON (Passive Optical
Network/Jaringan Optik Pasif) dan ATM-PP (Point-to-Point/Titik-ke-Titik). Pada ATM-PON
terdapat sampai sekitar 32 Optical Network Units (ONUs) dihubungkan kepada sebuah
Optical Line Terminal (OLT) pada sebuah kantor telepon melalui sebuah penggandeng optik
bentuk bintang. 2
Untuk membuat jaringan ATM-PON bisa dicapai dengan berbagai macam cara, bisa
membuat jaringan ATM-PON yang baru atau pun melakukan migrasi dari jaringan Fiber
Narrowband maupun dari jaringan akses kabel koaksial. Atau gabungan dari jaringan Fiber
dan kabel koaksial yang akan dibuat menjadi jaringan ATM-PON.
Jaringan akses gabungan Fiber dan kabel koaksial atau yang disebut HFC (Hibrid
Fiber/Coax) memungkinkan operator untuk mendeliver service narrowband telephony dan
lalu lintas broadband melalui satu jaringan. Jaringan akses broadband HFC adalah jawaban
ekonomis untuk saat ini untuk mengembangkan jaringan akses broadband yang transparan.
FTTH (Fiber to the Home) adalah arsitektur broadband yang ideal, tetapi secara ekonomis
terbatas penggunaannya di kalangan bisnis.
Diantara sistem akses FTTH, sistem ATM-PON tampaknya lebih ekonomis dan
tersedia secara fleksibel bagi pelayanan eksperimen multimedia karena teknologi ATM lebih
efisien pada pengiriman data untuk komunikasi komputer dan topology PON sangat
menjanjikan dalam mengurangi biaya sistem.
kanal data melalui jaringan kabel biasa. Layanan DSL misalnya, menggabungkan kanal suara
dan data yang terpisah pada jalur telepon, suara mengisi tempat pada spektrum frekuensi yang
rendah sedangkan data mengisi pada spektrum frekuensi yang tinggi.
Tetapi akses broadband tidak hanya dilewatkan pada saluran telepon saja, tetapi bisa
menggunakan kabel Fiber, jalur satelit dan lainnya. Akses broadband memungkinkan
pelanggannya mendapatkan akses multimedia dengan kecepatan transfer data yang tinggi,
tergantung pada jenis jaringan akses yang digunakan.
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknik transmisi dengan paket-paket yang
menggunakan teknologi switching dan multiplexing berorientasi sel. Dengan teknologi ini,
kita dapat memanfaatkan berbagai kelas layanan, interkoneksi LAN (Local Area Network)
berkecepatan tinggi, suara, video dan aplikasi multimedia lainnya. ATM memiliki manajemen
bandwidth yang efisien dan operasi yang mudah.
Dua jenis ATM yang umum digunakan adalah ATM-PON (Passive Optical
Network/Jaringan Optik Pasif) dan ATM-PP (Point-to-Point/Titik-ke-Titik). Pada ATM-PON
terdapat sampai sekitar 32 Optical Network Units (ONUs) dihubungkan kepada sebuah
Optical Line Terminal (OLT) pada sebuah kantor telepon melalui sebuah penggandeng optik
bentuk bintang. 2
Untuk membuat jaringan ATM-PON bisa dicapai dengan berbagai macam cara, bisa
membuat jaringan ATM-PON yang baru atau pun melakukan migrasi dari jaringan Fiber
Narrowband maupun dari jaringan akses kabel koaksial. Atau gabungan dari jaringan Fiber
dan kabel koaksial yang akan dibuat menjadi jaringan ATM-PON.
Jaringan akses gabungan Fiber dan kabel koaksial atau yang disebut HFC (Hibrid
Fiber/Coax) memungkinkan operator untuk mendeliver service narrowband telephony dan
lalu lintas broadband melalui satu jaringan. Jaringan akses broadband HFC adalah jawaban
ekonomis untuk saat ini untuk mengembangkan jaringan akses broadband yang transparan.
FTTH (Fiber to the Home) adalah arsitektur broadband yang ideal, tetapi secara ekonomis
terbatas penggunaannya di kalangan bisnis.
Diantara sistem akses FTTH, sistem ATM-PON tampaknya lebih ekonomis dan
tersedia secara fleksibel bagi pelayanan eksperimen multimedia karena teknologi ATM lebih
efisien pada pengiriman data untuk komunikasi komputer dan topology PON sangat
menjanjikan dalam mengurangi biaya sistem.



0 comments:
Post a Comment