THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Friday, May 29, 2009

Indonesia memiliki aneka ragam sumber daya energi dalam jumlah memadai namun
tersebar tidak merata. Konsumsi energi tumbuh pesat seiring pertumbuhan penduduk dan
ekonomi. Sebagian besar beban konsumsi berada di Jawa, pulau yang membutuhkan banyak
energi, namun yang tidak memiliki sumberdayanya sendiri dalam jumlah memadai.
Sebaliknya, banyak sumber energi terdapat di tempat berpenduduk sedikit, kegiatan
ekonominya belum berkembang serta berjarak cukup jauh dari Jawa.

Di tengah kekayaan sumberdaya energi yang dimiliki, Indonesia masih sangat
menggantungkan konsumsi energinya pada minyak bumi, sumber energi mahal dibandingkan
gas bumi maupun batubara. Lebih berharga mengekspor minyak bumi daripada
mengkonsumsinya di dalam negeri; sebaliknya, lebih berharga memanfaakan gas bumi di
dalam negeri daripada mengekspornya secara besar-besaran ke luar negeri.

Potensi sumber energi di Indonesia mempunyai karakteristik cadangan energi primer yang
besar dan sangat beragam, ekspor sumber daya energi berperan vital terhadap ekonomi nasional,
ekonomi domestik sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi di pasar dunia, dan permintaan
terhadap energi final di dalam negeri tumbuh dengan pesat.

Komposisi pemanfaatan energi yang ideal dibutuhkan Indonesia untuk mengoptimumkan
sumber-sumberdaya energi yang dimilikinya dan memadukannya dengan aneka ragam
kebutuhan energi yang terdapat dalam tempat-tempat yang berbeda.

Energy mix merupakan suatu konsep/strategi yang dapat dipergunakan sebagai alat (tool)
untuk mencapai pembangunan energi dan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan bauran
energi (energi mix) menekankan bahwa pemanfaatan energi perlu mengoptimumkan sumber
energi yang ada. Indonesia tidak boleh tergantung pada sumber energi tak terbarukan berbasis
fosil (minyak, batubara, dan gas), namun harus juga mengembangkan penggunaan energi
terbarukan (air, panasbumi, tenaga surya), dstnya. Kebijakan bauran energi di Indonesia perlu
dikembangkan dengan memperjelas strategi, sasaran penggunaan, jumlah pemanfaatan, dan
pengelolaan energi nasional, dengan mempertimbangkan potensi energi, permintaan energi,
infrastruktur energi serta faktor lainnya seperti harga energi, teknologi, pajak, investasi, dsb.

Makalah ini membahas issue bauran energi yang optimum di Indonesia. Sebagian besar
pendapat/temuan di sini adalah berdasarkan studi yang pernah dilakukan Direktorat Energi,
Telekomunikasi dan Informatika Bappenas dengan Pengkajian Energi Universitas Indonesia.
Penekanan studi pada pembuatan model dinamik ekonomi-energi nasional, proyeksi kebutuhan
energi primer dan energi final serta infrastruktur energi yang harus dikembangkan hingga
perkiraan biaya pembangunannya. Jenis energi yang dikaji adalah bahan bakar fosil dan energi
terbarukan (renewables). Proyeksi dilakukan hingga 2020.

Alur pikir studi ditunjukkan dalam Gambar 1.
Analisis dimulai dengan membagi Indonesia ke dalam sejumlah zona, yang meliputi
kelompok pulau-pulau besar, dengan Jawa (Bali dan Madura) menjadi fokus. Untuk setiap
zona dapat diperkirakan kebutuhan energinya. Potensi sumberdaya energi untuk setiap zona
juga dibuatkan data base-nya, dan bersama dengan kebutuhan energinya, membentuk neraca
energi untuk zona tersebut.

0 comments: