THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Thursday, March 18, 2010

Foreplay Good, Seks pun Yahud

Foreplay Good, Seks pun Yahud

Aktivitas seksual sebelum berhubungan
badan biasanya disebut foreplay.
Namun sebagian besar ahli dalam
bidang seks menyebutkan bahwa istilah
tersebut tidak tepat karena tidak berarti
apa-apa selain “pemanasan”. Tentu
pemanasan hubungan seks. Kata
foreplay memberi tekanan besar pada
pria untuk memiliki penis yang mampu
berereksi dan cenderung membuat kita
berpikir bahwa seks hanyalah sekedar
hubungan badan.
Demikian pendapat yang disampaikan Joel D. Block, PhD yang
terkenal dengan bukunya “Secrets of Better Sex”. Menurut
Joel, istilah yang tepat untuk itu adalah “Loveplay”. Joel
mengungkapkan, biasanya periode yang disebut ‘foreplay’ ini
dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan oleh seorang
pria terhadap pasangan wanitanya supaya siap berhubungan
seks karena pria dianggap selalu siap.
Kenyataannya, pria, terutama yang sudah lanjut usia sangat
membutuhkan dan menginginkan loveplay sebelum atau
selama hubungan seks. Sebagai sebuah persiapan menuju
hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih
mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan
benar.
Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel.
D.Block:
1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir
tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran
Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada
pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain,
misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya
2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit
romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang
tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang
merangsang, dan sebagainya.
3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung
pada organ seks).
4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme
saat berhubungan seksual. Sebagian wanita yang mengalami
orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan
orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual
jika mereka pernah mengalaminya.

0 comments: